Health

Cerita PROMIL (Program Hamil) dan Pengalaman Pertama Ke Dokter Kandungan

Assalamu’alaikum mamma dan calon mamma!

Saya mau sharing pengalaman ikhtiar saya dan suami untuk mendapatkan momongan. Usia pernikahan kami sudah hampir 2 tahun, pada 1 tahun awal pernikahan kami memang sengaja menunda untuk memiliki momongan karena kondisi suami yang masih melanjutkan S2 dan kami pun masih LDR (haha..), suami di Surabaya saya di Trenggalek. Jadi selama kurun waktu 1 tahun itu untuk menjaganya kami tidak melakukan KB hanya menggunakan kondom saat berhubungan. Kemudian 1,3 tahun berikutnya saya mulai pindah ke Surabaya, suami juga sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya dan kami pun berencana memiliki anak.

Usaha kami pun dimulai, dari dengan tidak menggunakan kondom saat berhubungan sampai mencoba PROMIL sendiri tanpa bantuan dokter dengan harapan bisa hamil alami. Beberapa PROMIL yang kami lakukan adalah mengkonsumsi kurma muda, madu, dan buah zuriat. Inilah cerita program hamil kami. 

Kenapa Kurma Muda, Madu dan Buah Zuriat?

 

 

Karena mereka sama-sama dipercaya dapat menguatkan dan menyuburkan kandungan, meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, meningkatkan produksi hormon pria, meningkatkan produksi ASI, dan mengurangi resiko pendarahan saat melahirkan.

Selain itu saya juga rutin mengkonsumsi Santa-E 100 mg dan Folavit 400 mg untuk mendapatkan asupan vitamin E dan asam folatnya.

 

 

4 bulan pun berjalan PROMIL kami namun belum juga debay nongol di perut. Malah teman yang saya sarankan untuk mengkonsumsi Folavit dan Santa E sudah tekdung duluan. Saya dan suami mulai khawatir, sedih dan setres pastinya. Sampai-sampai saya berfikir apa ada yang salah dengan saya atau suami?

Akhirnya kami putuskan untuk mencoba PROMIL ke dokter kandungan.

Tanpa pikir panjang, bermodal google’ing, baca-baca testimoni dan tanya sana sini untuk mendapatkan refrensi dokter kandungan yang friendly, enak diajak sharing dan sabar.

Susah untuk orang seperti saya mendapatkan dokter yang cocok, karena saya selalu ingin dimengerti. Dan pilihan saya jatuh sama Dr. Hendrik Juarsa., Sp.OG

Beliau pratek di Apotek Kimia Farma sebelah Rumah Sakit Darmo. Beliau juga menangani lahiran di RSIA Kendangsari, RSIA Kendangsari MERR, RKZ, RSIA Lombok 22 Group dan RS. Gotong Royong.

First impression ketemu beliau orangnya ramah dan talkative. Tanpa panjang lebar beliau langsung menjelaskan cara punya anak tu gimana.. blablabla, digambarin pula. 

Kemudian saya ditanya-tanya apa menstruasinya teratur, apa ada kista atau masalah keputihan, dll. Alhamdulillah…selama yang saya alami mestruasi selalu teratur, nggak pernah mengalami keputihan, kalau masalah kista hmmm…. sepertinya saya belum tau dan belum pernah periksa. Nah ini nih yang bikin deg degan..takut kalua ada apa-apa.

Kemudian beliau menjelaskan kembali kalau beliau hanya bisa melihat atau memeriksa pada bagian rahim saja. Kalaupun ada masalah dengan saluran indung telur atau pun masalah dengan spermanya itu akan memerlukan test lebih lanjut. Kemudian saya diminta untuk berbaring dan dilakukan USG. Alhamdulillah……kata beliau rahim saya normal, bersih tidak ada kista.

Dan otomatis saya bertanya “Dok, lalu kenapa ya saya belum bisa hamil juga? Apakah penggunaan kondom dalam jangka panjang ada efek sampingnya seperti hal nya KB?”.

Beliau menjelaskan kalau penggunaan kondom tidak ada efek sampingnya, dan kata beliau memang saat ini a.k.a jaman now untuk mendapatkan momongan tidak segampang jaman dulu, dan faktor penghambat kehamilan selain masalah sperma dan sel telur itu ada banyak hal, bisa dari makanan, stress, polusi, kelelahan, dll.

Lalu beliau memberi kami rujukan ke Lab Pramita untuk check HSG dan analisa sperma. Dan setelah hasilnya keluar barulah beliau bisa menentukan langkah selanjutnya.

Oh ..iya, mam..begitu kita jadi pasiennya Dr. Hendrik Juarsa., Sp.OG kita akan dapat semacam buku diary pemeriksaan dan harus dibawa setiap kita control.

Segini aja dulu sharing nya ya, mamma. Cerita check HSG dan analisa sperma akan saya sharing di tulisan saya selanjutnya yaah.. Dan semoga hasil checknya bagus ya, mam. AMIN.

Wassalamu’alaikum !

37 thoughts on “Cerita PROMIL (Program Hamil) dan Pengalaman Pertama Ke Dokter Kandungan”

      1. Bisa tolong sekalian email ke saya masalah promil dan biaya yg d butuhkan untuk biaya konsultasi dokter, tes sperma dan tes hsg di pramita. Terimakasih.

      2. Berapa ya mom untuk biaya keseluruhan cek nya di lab pramita Dan di dokter hendrik,saya jg mau promil mom,bs email saya jg mom. Terimakasih mom,saya tunggu ya mom

  1. Mbak, bisa tolong email ke saya masalah promil dan biaya yg d butuhkan untuk konsultasi dokter, tes sperma dan tes hsg di pramita. Terimakasih.

  2. Kak berapa harga konsultasi ke dokternya …. Tolong ya kak aq juga di emailkan. Sama harga usg dan cek hsg dan sperma …. Terma kasih

  3. Kak mau tanya mengenai promil?saya sudah 3 tahun menikah
    Tahapan tes suami istri dan perkiraan biaya nya saya domisili bandung
    Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *